Endemik East Bornensis

February 11, 2008

SOS Melihat Gejala Bencana Alam

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:13 am

Dear all,

 

Mudah-mudahan ini ada manfaatnya untuk
pengetahuan dan kewaspadaan kita bersama. Karena kita hidup di alam maka
seharusnyalah kita memelihara dan mengetahui aturan mainnya…

 

Terjadinya Tsunami tidak bisa kita cegah,
namun paling tidak kita dapat mengantisipasi kedatangannya dengan mencermati
gejala keanehan alam dan hewan, seperti berikut ini:

 

1. Di Pantai

 

Kita selalu terpesona melihat
keindahan pantai, tapi cermatilah, dimana permukaan pantai yang lebih tinggi atau
ada bukitnya. Tekstur pantai yang rata seperti di Pulau Phi-phi Thailand
Selatan memang sangat membahayakan, berbeda dengan Pulau Sabang Aceh yang
berbukit.

 

Korban di Meulaboh dan Pantai Lhok Nga Aceh terbanyak
diduga karena mereka turun ke tepi laut pada saat permukaan laut surut mendadak
hingga beberapa kilometer karena "panen ikan". Jika ditemukan hal
tersebut, berlarilah secepatnya ke arah daratan yang tinggi, jangan pikirkan
harta yang tertinggal, karena harta hilang bisa dicari lagi, namun nyawa hilang
tidak kembali lagi.

 

Hembusan angin yang sangat kencang
tapi mendadak, disertai bau garam/air laut yang tajam menandakan sedang terjadi
proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami/Taifun.

 

Jika anda merasakan gempa di pantai,
jangan tunggu apapun lagi, pergi secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang
terdekat.

 

Jika anda sedang berperahu di tengah
laut, dan mendengar ada gempa di sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio
di perahu), maka jangan dekatkan perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek
Tsunami dipermukaan laut jauh dari pantai hanya sekitar 0,3 - 1 meter saja.
(National Geographic News, 27 Dec. 2004).

 

Menjauhlah dari tepi laut jika anda
mendengar suara dentuman seperti meriam dari dasar laut atau mendengar suara drum
band sangat banyak dengan irama yang sangat cepat. (National Geographic News,
27 Dec. 2004).

 

2. Di tengah Laut

 

Hal yang terjadi di lautan adalah
Badai/Taifun/Cyclone. Sebesar apa kapal pun dapat dipecahkannya, maka jalan
terbaik adalah pantau terus radio, dan carilah pulau terdekat. Teluk relative
lebih aman untuk melepas jangkar daripada di tepi laut terbuka. Putar haluan
jika anda meilhat awan hitam di tepi khatulistiwa.

 

3. Di Aliran Sungai

 

Jika anda ditepi sungai yang sangat
jernih, dan melihat bahwa pasir di dasar sungai bergerak sangat cepat ke arah
hilir, maka menjauhlah dari tepi sungai dan carilah tempat yg tinggi,
dipastikan bahwa sedang terjadi air bah di hulu.

 

Jika anda melihat awan hitam di arah
hulu sungai, sebaiknya urungkan niat ke sungai tersebut, dan coba juga menjauh
dari atas jembatan.

 

Anda mendengar suara riuh-rendah
bagaikan dentuman, bantingan dari arah hulu sungai, menjauhlah dan beritahu
setiap orang yang anda jumpai (Bohorok, Langkat, Sumatera Utara 2003)

 

4. Di Hutan

 

Tidak ada Tsunami dan air bah di dalam
hutan, lalu? Kebakaran adalah bencana dalam hutan.

 

Jika anda terkepung api di dalam
hutan, maka carilah anak sungai (creek) dan masuklah ke dalamnya hingga
kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai, ingatlah suhu udara bisa
lebih 1000 ‘C di permukaan tanah.

 

Lebih baik anda berjalan di lahan yang
telah terbakar daripada tanah yang belum terbakar karena permukaan tanah yang
terbakar lebih kering dan kemungkinan terbakar lagi sangat kecil daripada tanah
yang belum terbakar (FEMA Bulletin)

 

Di malam hari pada saat bulan tidak
bersinar/bukan purnama, anda melihat kaki langit sangat terang, maka
menjauhlah, pasti terjadi kebakaran toh di Indonesia tidak ada Aurora Australis
dan Borealis yang fenomemal itu.

 

5. Tingkah Laku Hewan

 

Pada saat menjelang datangnya Banjir
Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera Utara 2003) Orang-utan menunjukkan tingkah
laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan berteriak-teriak karena gejala ini
tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat.

 

Pada saat terjadi gempa di Sumatera,
Gajah-gajah di Phuket, Thailand Gelisah dan menjerit. Menjelang datangnya
tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan menggiring turis dan
pawang mereka ke tempat yg aman, ombak Tsunami berhenti hanya beberapa meter
dari gajah2 itu berdiri. (TVRI, 03 Jan. ‘05 pkl 21.15 dan Kompas, 01 Jan. ‘05
hal 1.)

 

Burung berterbangan. Seorang perwira
TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat dari Tsunami di Banda Aceh karena melihat
burung berwarna putih sangat banyak terbang ke daratan dari laut, ia
memerintahkan staffnya untuk memutar arah kembali padahal saat itu ia menuju
pelabuhan.

 

Jika anda melihat ular, tikus, kecoa
keluar secara tiba-tiba dari dalam got sangat banyaknya, maka segeralah
waspada, sesuatu sedang terjadi di bawah tanah. Jika anda disekitar pegunungan
dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga ikuti mereka, jangan takut
mereka memakan, menerkam/menggigit anda, karena naluri mereka saat itu hanya
satu: menyelamatkan diri…..
pertanda gunung akan meletus.


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.