Endemik East Bornensis

October 16, 2008

Perbedaan Cewek Cantik dan Cewek Jelek

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 9:31 am

Cewek cantik : lagi senyum nih…
Cowok bilang : wuiih…senyumnya manis banget kayak orangnya
Cewek jelek : senyum dulu ah…
Cowok bilang : gawat…udah mulai gak waras neh

Cewek cantik : hiks…hiks (lagi nangis)
Cowok bilang : wah bego banget tu cowok ampe nyakitin ni cewek…
Cewek jelek : huwaaaa…hiks..hiks
Cowok bilang : berisik!

Cewek cantik : ah enggak ah aku maluu…
Cowok bilang : iiiih…manis banget, pipinya kayak tomat!
Cewek jelek : malu ah
Cowok bilang : sudah layak dan sepantasnya

Cewek cantik : aaarrgggh….(lagi marah)
Cowok bilang : wah tambah cantik deh kalo marah…
Cewek jelek : hiiiih…marah ni
Cowok bilang : Loe kok geto seh? Nyadar dong…(jadi ikut marah)

Cewek cantik : duh panas banget ya hari ini
Cowok bilang : duh kasian, aku kipasin ya
Cewek jelek : wuih panas banget nih hari
Cowok bilang : pas…kayak ikan asin, dijemur…

Cewek cantik : cium donk
Cowok bilang : gak usah disuruh deh, pasti sigap…
Cewek jelek : cium donk
Cowok bilang : cium tembok aja

Cewek cantik : aku baru diputusin
Cowok bilang : asyik, masih ada lowongan buat gue
Cewek jelek : aku diputusin neh
Cowok bilang : akhirnya…sadar juga tu cowok

Cewek cantik : dandan ah
Cowok bilang : wuah…persis bidadari
Cewek jelek : dandan juga deh
Cowok bilang : mau kayak apa juga sama ajah, sadar dirilah…

Cewek cantik : duh gue dapet cowok jelek neh
Cowok bilang : wah…tu cowok pasti main pelet
Cewek jelek : cowokku jelek nih
Cowok bilang : sesama jenis harus mesra…

Cewek cantik : seksi gak baju gue?
Cowok bilang : busyet…seksi abis, jadi pengeen…
Cewek jelek : seksi kan?
Cowok bilang : iya, kalo yang ngelihat orang buta

Cewek cantik : makan di warteg yuk
Cowok bilang : waah…benar-benar gak sombong, mau ngajak ke warteg
Cewek jelek : makan di warteg aja ya
Cowok bilang : ya iyalah, secara habitatnya…

Cewek cantik : hamil nih gue
Cowok bilang : seksi…gak papa deh, gue rela jadi bapaknya…
Cewek jelek : gue hamil
Cowok bilang : taaakdiiir memang kejam…

Cewek cantik : jalan kaki aja ya
Cowok bilang : oke, aku anterin ya
Cewek jelek : jalan kaki yuk
Cowok bilang : eh siapa ya? (pura-pura amnesia mendadak…)

Cewek cantik : gue gak bisa ngerjain soal ini
Cowok bilang : mau soal yang mana? Pasti aku bantuin
Cewek jelek : jawaban soal ini apa ya?
Cowok bilang : gak tau dan gak usah tanya-tanya!

Cewek cantik : Grookkk! (tidur ngorok…)
Cowok bilang : duh…kasian pasti capek banget dia
Cewek jelek : Grookkk! (tidur ngorok…)
Cowok bilang : bunyi hewan apaan seh itu?

Cewek cantik abis baca ini tersenyum lebar dan berkata, “Tuhan emang adil, dan artikel ini bener banget.”
Cewek jelek baca ini, sabar…dan berkata, “Eerrgh…andai aku tahu siapa yang nulis ini dari awal…”

(h_n)

July 1, 2008

Orchidaceae

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 1:20 am

U M U M

Anggrek atau Orchidaceae termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan.
Anggrek terdapat pada hutan yang gelap, di lereng yang terbuka, pada batu
karang yang terjal, pada batu-batuan didaerah pantai dengan garis pasang surut
tinggi. Bahkan di tepi gurun pasir pun anggrek dapat ditemukan. Tumbuh dari
kutub utara sampai daerah katulistiwa dan selatan pada semua benua kecuali
Antartika.
Anggrek yang banyak digemari adalah anggrek epifit dari daerah tropis.

Anggrek mempunyai lebih banyak jenis (species) nya daripada keluarga tanaman
bunga-bungaan lainnya.

Para

ahli
tumbuh-tumbuhan berkeyakinan anggrek mempunyai lebih dari 25.000 species yang
tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan kita kehilangan
species yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya.

Indonesia

terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang mempunyai lebih dari
4000 species anggrek yang tersebar di hampir semua pulau.

Kalimantan

,
Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal didunia karena
kekayaan anggreknya.
Genus yang banyak tumbuh meliputi : Vanda, Phalaenopsis, Paphiopedilum,
Dendrobium, Coelogyne, Cymbidium, Bulbophyllum dll.

Anggrek yang terkenal dari Indonesia adalah "anggrek bulan"
(Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai "Bunga Nasional" dan
dijuluki "puspa pesona", dan "anggrek kantung"
(Paphiopedilum javanicum).

KARAKTERISTIK

Perbedaan tanaman anggrek dengan tanaman bunga-bungan lainnya adalah pada
bentuk bunganya.
Pada bunga anggrek umumnya :

  • mempunyai tiga sepal (daun
         kelopak bunga). Salah satunya yang terletak pada bagian belakang
         (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal dorsal.
  • mempunyai tiga petal (daun
         mahkota bunga) yang letaknya selang seling dengan daun kelopak bunga.
         Salah satu dari petal yang terletak dibawah berbentuk seperti lidah yang
         disebut labellum (bibir bunga), membuat bunga simetris antara kiri dan
         kanan.
  • putik dan benang sari
         (bagian jantan dan betina) yang bergabung bersama pada bagian yang disebut
         column.
  • tepung sari yang biasanya
         berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia.
  • buahnya mempunyai biji yang
         sangat kecil dan banyak.
  • tangkai bunga dapat
         berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung arah sumber cahaya.

      

 

JENIS ANGGREK

Berdasarkan pertumbuhannya secara umum anggrek dibagi menjadi 2 jenis :

  • Anggrek Simpodial :
         Biasanya pola tumbuhnya horizontal seperti tumbuhan merambat. Batang
         tumbuhnya disebut rhizome. Rhizome terbaring horizontal pada permukaan
         tanah dan akar-akarnya tumbuh pada sekitar panjang rhizome dengan arah
         menurun dan membuat batang vertikal keatas yang disebut umbi semu
         (pseudobulb).

    Ada

         yang pseudobulb nya memanjang keatas seperti batang (cane), dan ada pula
         yang pendek dan bulat atau pipih.
         Salah satu fungsi dari pseudobulb adalah sebagai tempat penyimpanan air
         dan sari makanan. Pseudobulb yang berkerut adalah tanda tanaman tersebut
         mengalami masalah dalam penyerapan air.
         Setiap pseudobulb mempunyai satu sampai beberapa daun.
         Tunas baru muncul dari dasar pseudobulb yang sudah tua dan tempat titik
         tumbuhnya disebut "eye" (mata).
         Pada jenis pseudobulb yang pendek dan bulat, ada yang dibungkus oleh
         pelepah daun (sheath) dimana dari dasar pseudobulb tersebut bunga akan
         muncul, contoh : coelogyne, Oncidium.
         Pada pseudobulb yang berbentuk batang (cane), tangkai bunga akan muncul
         dari ujung batangnya, contoh: dendrobium.

  • Anggrek Monopodial :
         Anggrek yang tumbuh keatas dari satu batang (stem). Daunnya akan bertambah
         terus dari ujung batang selama hidupnya. Jenis ini tidak mempunyai rhizome
         dan pseudobulb, dan biasanya tumbuh akar udara (aerial root) dari
         sepanjang batangnya.
         Tangkai bunga (spike/inflorescence) tumbuh dari sisi batang dan dimulai
         dari sebelah bawah (bukan dari ujungnya), berbeda dengan sympodial
         (dendrobium) dimana tangkai bunga tumbuh dari ujung batang.
         Jika ujung batangnya rusak karena busuk (contoh: jenis phalaenopsis) atau
         dipotong/distek (contoh: jenis vanda), maka akan muncul batang baru dari
         sisi batang lama dan daun akan tumbuh dari batang baru tersebut.

Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibagi menjadi beberapa jenis :

  • Epiphyte:
         Angrek yang tumbuh menumpang pada batang tanaman lainnya tetapi tidak
         parasit (tidak mengambil sari makanan dari tanaman tersebut). Dengan demikian
         anggrek akan memperoleh posisi yang lebih baik untuk mendapatkan cahaya
         yang lebih. Akarnya melekat pada dahan pohon dan mendapatkan air hanya
         dari hujan dan kabut.
  • Lithophyte:
         Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Mereka menggunakan batu sebagai pegangannya.
        
  • Saprophyte:
         Anggrek yang tumbuh pada humus dan daun-daun kering.
  • Terrestrial:
         Anggrek yang tumbuh pada

    padang

         rumput, tanah humus dihutan.

Berdasarkan kisaran suhu udara
yang sesuai, anggrek dibagi dalam 3 jenis :

  • Anggrek suhu dingin
         (gunung, ketinggian 2000-4000m) : tumbuh baik pada suhu 15-21°C pada siang
         hari dan 10-13°C pada malam hari.
         Contoh : Cymbidium, Masdevallia, Miltonia, Odontoglossum, Oncidium,
         Paphiopedilum
  • Anggrek suhu sedang
         (dataran tinggi, 750-2000m) : tumbuh baik pada suhu 21-32°C pada siang
         hari dan 13-18°C pada malam hari.
         Contoh : Brassavola, Cattleya, Dendrobium, Epidendrum, Laelia,
         Paphiopedilum (molted leaves)
  • Anggrek suhu panas (dataran
         rendah, 0-750m) : tumbuh baik pada suhu 26-35°C pada siang hari dan
         18-24°C pada malam hari.
         Contoh : Phalaenopsis, Vanda, beberapa jenis Dendrobium.

NAMA ANGGREK

Seperti keluarga tanaman lainnya, secara umum anggrek dibagi dalam kelompok
besar yang disebut genus (genera) dan dibagi lagi menjadi sub-genus yang
mengelompokkan anggota genus tsb (species) yang mempunyai karakteristik sama.
Dari sebuah species mungkin ada yang mempunyai beberapa varietas, misal :
dendrobium anosmum var. superbum, dendrobium anosmum var. huttonii, dll.

Seperti lazimnya semua tanaman, anggrek pun mempunyai nama. Baik itu nama
berdasarkan ilmu pengetahuan yang menggunakan nama latin maupun nama yang
diberikan oleh penduduk dimana anggrek tsb tumbuh (nama lokal/populernya).

Untuk keseragaman secara ilmiah, nama tanaman menggunakan sistim penamaan
binomial (nama ganda). Sehingga setiap anggrek mempunyai nama awal (first name)
dan nama akhir (last name) seperti nama kebanyakan orang.

Kata pertama menunjukkan genusnya (atau intergenerik jika anggrek tsb hasil
persilangan antar genus).

Kata kedua adalah nama speciesnya (atau nama yang diberikan oleh
penyilangnya untuk anggrek silangan).

Agar nama anggrek hasil silangan dapat diakui oleh seluruh dunia, maka
anggrek tersebut harus didaftarkan pada the
International Orchid Registrar
yang saat ini dikelola oleh The Royal Horticultural Society.

Keterangan : Persilangan intergenerik adalah persilangan antar genus
dalam satu keluarga, misalnya :

· Doritis dengan Phalaenopsis.

· Brassavola dengan Cattleya dan Laelia.

· Brassia dengan Miltonia dan Oncidium, dll.

Untuk keseragaman dalam cara penulisannya maka huruf pertama dari kata
pertama (nama genus) pada anggrek species menggunakan huruf besar dan kata
keduanya (nama speciesnya) menggunakan huruf kecil semua. Pada anggrek species
semua kata ditulis dengan huruf miring (italic).

Untuk anggrek hibrida (silangan), huruf pertama dari kata pertama (nama
genus atau intergenerik) menggunakan huruf besar dan huruf pertama dari kata
keduanya juga menggunakan huruf besar. Untuk anggrek hibrida kata pertama
ditulis dengan huruf miring(italic), sedang kata kedua dan seterusnya dengan
huruf tegak (normal).

Contoh nama anggrek species :

  • Coelogyne pandurata
         (nama lokalnya : anggrek hitam).
  • Dendrobium crumenatum
         (anggrek merpati).
  • Dendrobium secundum
         (anggrek sikat).
  • Grammatophylum speciosa
         (anggrek tebu).
  • Phalaenopsis amabilis
         (anggrek bulan).
  • Paphiopedilum javanicum.
        

Contoh nama anggrek hibrida :

  • Brassavola Little
         Stars.
  • Dendrobium Blue Sky.
        
  • Blc. Alma Kee
         (Brassolaeliocattleya : Brassavola, Laelia dan Cattleya).
  • Epc. Middleburg
         (Epicattleya : Epidendrum dan Cattleya).

Agar penulisannya menjadi lebih singkat, kadang-kadang nama genus atau nama
intergeneriknya disingkat.
Dibawah ini ada beberapa singkatan nama genus dan intergenerik yang biasa
digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Arach.

 

 

:

 

 

Arachnis

 

 

Aranda

 

 

:

 

 

Aranda (Intergenerik : Arachnis x Vanda)

 

 

Arnth.

 

 

:

 

 

Aranthera (Arachnis x Renanthera)

 

 

Ascda.

 

 

:

 

 

Ascocenda (Ascocentrum x Vanda)

 

 

B.

 

 

:

 

 

Brassavola

 

 

Colm.

 

 

:

 

 

Colmanara (Miltonia x Odontoglossum x Oncidium)

 

 

Ctna.

 

 

:

 

 

Cattleytonia (Broughtonia x Cattleya)

 

 

Bc.

 

 

:

 

 

Brassocattleya (Brassavola x Cattleya)

 

 

Bl.

 

 

:

 

 

Brassolaelia (Brassavola x Laelia)

 

 

Blc.

 

 

:

 

 

Brassolaeliocattleya (Brassavola x Laelia x Cattleya)

 

 

Bulb.

 

 

:

 

 

Bulbophyllum

 

 

C. atau Catt.

 

 

:

 

 

Cattleya

 

 

Cym.

 

 

:

 

 

Cymbidium

 

 

D. atau Den.

 

 

:

 

 

Dendrobium

 

 

Dor.

 

 

:

 

 

Doritis

 

 

Dtps.

 

 

:

 

 

Doritaenopsis (Doritis x Phalaenopsis)

 

 

Epc. atau Epic.

 

 

:

 

 

Epicattleya (Epidendrum x Cattleya)

 

 

Gram.

 

 

:

 

 

Grammatophyllum

 

 

Hwra.

 

 

:

 

 

Howeara (Leochilus x Oncidium x Rodriguezia)

 

 

Kgw.

 

 

:

 

 

Kagawara (Ascocentrum x Renanthera x Vanda)

 

 

L.

 

 

:

 

 

Laelia

 

 

Lc.

 

 

:

 

 

Laeliocattleya (Laelia x Cattleya)

 

 

Milt.

 

 

:

 

 

Miltonia

 

 

Mttsa.

 

 

:

 

 

Miltassia (Miltonia x Brassia)

 

 

Mkra.

 

 

:

 

 

Mokara (Arachnis x Ascocentrum x Vanda)

 

 

O. atau Onc.

 

 

:

 

 

Oncidium

 

 

Paph.

 

 

:

 

 

Paphiopedilum

 

 

Phal.

 

 

:

 

 

Phalaenopsis

 

 

Pot.

 

 

:

 

 

Potinara (Brassavola x Cattleya x Laelia x Sophronitis)

 

 

Ren.

 

 

:

 

 

Renanthera

 

 

Soph.

 

 

:

 

 

Sophronitis

 

 

Sl.

 

 

:

 

 

Sophrolaelia (Sophronitis x Laelia)

 

 

Slc.

 

 

:

 

 

Sophrolaeliocattleya (Sophronitis x Laelia x Cattleya)

 

 

Spa.

 

 

:

 

 

Spathoglottis

 

 

V.

 

 

:

 

 

Vanda

 

 

Vdnps.

 

 

:

 

 

Vandaenopsis (Vanda x Phalaenopsis)

 

 

Vdps.

 

 

:

 

 

Vandopsis

 

 

Z.

 

 

:

 

 

Zygopetalum

 

PEMBIAKAN ANGGREK

Anggrek dapat diperbanyak dengan cara :

  • Pembiakan generatif :
         Perbanyakan dengan biji buah yang telah masak.
         Masa masak buah anggrek sangat tergantung dari jenis anggreknya, dan iklim
         juga mempengaruhi kematangan buahnya.
         Pembiakan generatif ini memerlukan perlakuan yang khusus diantaranya biji
         harus steril dari

    hama

         dan penyakit.

  • Pembiakan vegetatif :
         Pembiakan dengan mengambil bagian tanaman induknya seperti :
    • Stek untuk jenis
            monopodial.
    • Memecah rumpun untuk
            jenis simpodial.
    • Keiki, yaitu anak
            tanaman yang tumbuh dari batang atas (dendrobium), atau tangkai bunga
            (phalaenopsis).
    • Kultur jaringan,
            yaitu mengambil sebagian jaringan tanaman untuk diperbanyak dengan
            melalui proses di laboratorium. Dengan cara ini bisa dihasilkan tanaman
            bebas virus meskipun tanaman induknya terjangkit.

February 11, 2008

ABSENSI PENGEBIRIAN AKTIVITAS MAHASISWA. Benarkah itu??

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:53 am

“Eh, titip absen untuk mata kuliah xxx ya?!”. Kata-kata seperti itu tentu
sudah tidak asing di telinga kita. Jujur saja, saya pribadi kurang setuju
dengan yang namanya absen. Mengapa?? Karena menurut saya absensi itu dibuat
untuk mengekang mahasiswa agar rajin mengikuti perkuliahan, padahal mahasiswa
itukan kuliah bukan hanya untuk mencari ilmu tetapi juga sekaligus mencari
pengalaman di dalam organisasi. Peraturan 80% hadir sebagai syarat untuk mengikuti
UAS dilatarbelakangi asumsi bahwa mereka yang memenuhinya akan mengerti mata
kuliah yang akan diujiakan. Benarkah??

Saya menilai,
aturan 80% itu hanya sebuah alat pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui
dan mencoba yang namanya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).
Secara sadar atau tidak sadar, tradisi
titip absen adalah sebuah korupsi. Dimanakah seorang mahasiswa yang kata
masyarakat “seorang mahasiswa itu idealis”?! Lebih baik jangan dicari, karena
sekarang sudah jarang sekali mahasiswa yang benar-benar idealis, lha wong
buktinya mereka masih membudidayakan tradisi titip absen ko’………

Kampus ku

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:44 am

Dimana Pohon kampusku yang rindang
Dimana Suara burung yang bercicit gembira
Dimana keteduhan yang menenangkan
Dimana suara gesekan daun diterpa angin
Dimana bisikan daun saat dia malu

Dimana harus kucari hijau kampusku

Kampus kehutanan-ku

Kampus forester-ku

Kampus kebanggaan-ku

Dimana harus ku simpan luka kecewa

Saat kampusku tak rindang lagi…

Entah sampai kapan ku memendam jeritan hati
Melihat kampus hijau-ku smakin gundul…

Mencari arti dari kampus “kehutanan”ku…

Dengan ku berdiam diri
apakah ku akan dapat jawaban…?

Dengan ku ikuti rangkaian perkuliahan
Apakah rasa dapat terpuaskan…?

Hhh, malah mengundang pertanyaan baru
Untukku…
Walaupun begitu
Aku bangga dengan kampusku
Karena ada teman-temanku
Kakak tingkatku
Dosen-dosenku
Mapflofaku
Sylvaku
Karena mereka penyemangatku dan keluarga
Dalam kampusku
Segala damba yang membahana demi satu bumi ku tercinta
lestari………………!!!!!!!!!!!!!!!

Aku Sangat Beruntung

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:37 am

Aku sangat
beruntung. Masuk MAPFLOFA bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali tantangan demi tantangan yang harus
dilalui. Tapi semua ternyata terlalu murah dibandingkan apa yang kudapat di
MAPFLOFA.

Aku akan berkata dengan jujur pada kalian. Bukan
karena aku adalah seseorang yang suka memuji organisasi sendiri hingga begitu
narsis sampai terlalu menyanjung. Aku bahkan bukan orang yang pandai memuji.
Aku hanya akan jujur pada kalian.

Bahwa aku mendapat banyak ilmu di sini.

Jelas, MAPFLOFA bukan satu-satunya organisasi yang
membantu mendewasakan pemikiranku. MAPFLOFA hanya salah satu organisasi yang
tak rapi secara administrasi, markasnya terletak di gubuk fahutan dengan
teman-teman yang kebanyakan bermuka sangar.

Pertama kali masuk MAPFLOFA aku juga takut dengan
wajah-wajah tak bersahabat itu. Tapi apakah benar pemilik wajah2 sangar itu
galak bin jahat bin serem? Setahun menjalani proses untuk menjadi anggota
MAPFLOFA, aku masih juga merasa seram, even
kakak2 itu sudah sering tersenyum dan menyapaku di jalan. Tetap saja kata
”Angker” masih melekat di wajah mereka. Setahun, dua tahun aku berada di
MAPFLOFA, kata seram itu juga terkadang masih sering bercokol di otakku. Tanpa
sadar aku juga jadi ikut memiliki tampang ”Seram”. Entah kenapa ketika menjadi
MAPFLOfer, aku merasa harus berwibawa, bertampang tegas agar terlihat
benar-benar MAPFLOFA. Tapi yang sering keluar justru wajah seram.

Reuni Akbar sekaligus perayaan hari jadi mapflofa yang ke-23 yang kami selenggarakan nampaknya
benar-benar ber-efek terhadap perasaanku. Walau aku jarang berkomunikasi dengan
alumni, karena selain gugup, aku juga sibuk dengan persiapan2 lainya (namanya
juga panitia), aku merasa ”benang merah” yang mengikat kami itu benar-benar
hadir. Mereka bertampang seram, jarang berkomunikasi denganku, tapi dengan
ke-mapflofa-anku mereka tersenyum. dan aku tau mereka memang baik.

Beberapa bulan ini, kami semua sibuk dalam upaya
mempersiapkan reuni ini. Berbagai masalah menimpa kami. Tapi syukurlah semua panitia yang
bekerja tak kehilangan semangat dan tetap cooling-down
walau masalah datang bertubi-tubi, pekerjaan bertumpuk dan tekanan semakin kuat
menghantam kami. Di sini lah aku merasa MAPFLOFA memang sebuah keluarga dengan
orang2 yang mempunyai sifat berbeda2.

Aku sering sekali melakukan kesalahan selama
kepanitiaan juga selama aku tingal di mabes tercinta.
Aku lebih lambat
daripada yang lain ketika bekerja. Aku sering tertidur duluan sebelum yang
lain. Aku sering bersuara keras pada teman-teman atau kakak2ku yang lembut. Aku juga sering melewatkan beberapa pertemuan. Tapi mereka tetap
tersenyum. nampak jelas mereka benar-benar mengerti aku.
Tapi aku merasa lebih dimengerti di
sini daripada di rumah sendiri.
Tak ada yang berkomentar/mengutuk setiap hari atas kesalahan2ku atau
kekuranganku.

Kali ini kulihat mereka bekerja dan
terus mempertahankan semangat demi MAPFLOFA. Reuni akbar kali ini benar-benar
menguras waktu, tenaga dan pemikiran. Tetapi semua puas dan hampir selalu tersenyum.
Karena setiap baru down, baleho jadi. Bagus banget…. dalam hatiku, dan aku
kembali semangat.

Lalu, bagaimana aku bisa tidak menjadi semakin
jatuh hati kepada MAPFLOFA? sampai sekarang, walau sering bersedih karena
ketidakpuasan. aku tetap bersyukur diletakkan di sini oleh Yang Maha Kuasa.
Sekarang aku mengerti, Bukan karena kondisi
MAPFLOFA aku menjadi sedih.
Tapi
lebih karena aku adalah manusia biasa yang selalu tidak puas dengan apa yang
ada. Ketika kulihat perjuangan saudara-saudaraku untuk mempersiapkan reuni
akbar ini, aku menjadi paham, semua memang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

Oia, btw aku terinspirasi
dari seorang kakak yang sudah jadi alumni. Dia sedang mabuk( ga sadar ) waktu bicara denganku. Jadi
dia banyak bicara.
Tapi,
lucunya tak ada rasa takut padanya, tidak seperti saat dia tidak minum. Kata-katanya
lebih bijak dan sabar menasehati dan memberi ilmunya kepadaku pada saat mabuk.
Aneh? Memang. Tapi mungkin itulah yang
namanya sayang tak terlihat. Kalo dia gak sayang ma aku dan
MAPFLOFA, tentu dia tidak akan memberi kunci2 tentang dunia kerja itu kepadaku.
Aku beruntung dianggap sesama anak MAPFLOFA. jadi dia memberitahuku. Coba
bukan, mungkin aku tak akan pernah diberitahu, karena aku tidak akrab
dengannya.

Thanks a lot buat semua anak-anak MAPFLOFA yang
selalu mensupport walaupun tidak terlihat, tapi aku merasa kehadiran
kawan-kawan sudah mensupportku. Thanks a lot buat raka-raka alumni yang
menghargai jerih payah kami untuk MAPFLOFA. Terima kasih Ya Allah, karena
Engkau memberiku kesempatan untuk belajar banyak makna hidup di sini.

SOS Melihat Gejala Bencana Alam

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:13 am

Dear all,

 

Mudah-mudahan ini ada manfaatnya untuk
pengetahuan dan kewaspadaan kita bersama. Karena kita hidup di alam maka
seharusnyalah kita memelihara dan mengetahui aturan mainnya…

 

Terjadinya Tsunami tidak bisa kita cegah,
namun paling tidak kita dapat mengantisipasi kedatangannya dengan mencermati
gejala keanehan alam dan hewan, seperti berikut ini:

 

1. Di Pantai

 

Kita selalu terpesona melihat
keindahan pantai, tapi cermatilah, dimana permukaan pantai yang lebih tinggi atau
ada bukitnya. Tekstur pantai yang rata seperti di Pulau Phi-phi Thailand
Selatan memang sangat membahayakan, berbeda dengan Pulau Sabang Aceh yang
berbukit.

 

Korban di Meulaboh dan Pantai Lhok Nga Aceh terbanyak
diduga karena mereka turun ke tepi laut pada saat permukaan laut surut mendadak
hingga beberapa kilometer karena "panen ikan". Jika ditemukan hal
tersebut, berlarilah secepatnya ke arah daratan yang tinggi, jangan pikirkan
harta yang tertinggal, karena harta hilang bisa dicari lagi, namun nyawa hilang
tidak kembali lagi.

 

Hembusan angin yang sangat kencang
tapi mendadak, disertai bau garam/air laut yang tajam menandakan sedang terjadi
proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami/Taifun.

 

Jika anda merasakan gempa di pantai,
jangan tunggu apapun lagi, pergi secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang
terdekat.

 

Jika anda sedang berperahu di tengah
laut, dan mendengar ada gempa di sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio
di perahu), maka jangan dekatkan perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek
Tsunami dipermukaan laut jauh dari pantai hanya sekitar 0,3 - 1 meter saja.
(National Geographic News, 27 Dec. 2004).

 

Menjauhlah dari tepi laut jika anda
mendengar suara dentuman seperti meriam dari dasar laut atau mendengar suara drum
band sangat banyak dengan irama yang sangat cepat. (National Geographic News,
27 Dec. 2004).

 

2. Di tengah Laut

 

Hal yang terjadi di lautan adalah
Badai/Taifun/Cyclone. Sebesar apa kapal pun dapat dipecahkannya, maka jalan
terbaik adalah pantau terus radio, dan carilah pulau terdekat. Teluk relative
lebih aman untuk melepas jangkar daripada di tepi laut terbuka. Putar haluan
jika anda meilhat awan hitam di tepi khatulistiwa.

 

3. Di Aliran Sungai

 

Jika anda ditepi sungai yang sangat
jernih, dan melihat bahwa pasir di dasar sungai bergerak sangat cepat ke arah
hilir, maka menjauhlah dari tepi sungai dan carilah tempat yg tinggi,
dipastikan bahwa sedang terjadi air bah di hulu.

 

Jika anda melihat awan hitam di arah
hulu sungai, sebaiknya urungkan niat ke sungai tersebut, dan coba juga menjauh
dari atas jembatan.

 

Anda mendengar suara riuh-rendah
bagaikan dentuman, bantingan dari arah hulu sungai, menjauhlah dan beritahu
setiap orang yang anda jumpai (Bohorok, Langkat, Sumatera Utara 2003)

 

4. Di Hutan

 

Tidak ada Tsunami dan air bah di dalam
hutan, lalu? Kebakaran adalah bencana dalam hutan.

 

Jika anda terkepung api di dalam
hutan, maka carilah anak sungai (creek) dan masuklah ke dalamnya hingga
kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai, ingatlah suhu udara bisa
lebih 1000 ‘C di permukaan tanah.

 

Lebih baik anda berjalan di lahan yang
telah terbakar daripada tanah yang belum terbakar karena permukaan tanah yang
terbakar lebih kering dan kemungkinan terbakar lagi sangat kecil daripada tanah
yang belum terbakar (FEMA Bulletin)

 

Di malam hari pada saat bulan tidak
bersinar/bukan purnama, anda melihat kaki langit sangat terang, maka
menjauhlah, pasti terjadi kebakaran toh di Indonesia tidak ada Aurora Australis
dan Borealis yang fenomemal itu.

 

5. Tingkah Laku Hewan

 

Pada saat menjelang datangnya Banjir
Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera Utara 2003) Orang-utan menunjukkan tingkah
laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan berteriak-teriak karena gejala ini
tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat.

 

Pada saat terjadi gempa di Sumatera,
Gajah-gajah di Phuket, Thailand Gelisah dan menjerit. Menjelang datangnya
tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan menggiring turis dan
pawang mereka ke tempat yg aman, ombak Tsunami berhenti hanya beberapa meter
dari gajah2 itu berdiri. (TVRI, 03 Jan. ‘05 pkl 21.15 dan Kompas, 01 Jan. ‘05
hal 1.)

 

Burung berterbangan. Seorang perwira
TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat dari Tsunami di Banda Aceh karena melihat
burung berwarna putih sangat banyak terbang ke daratan dari laut, ia
memerintahkan staffnya untuk memutar arah kembali padahal saat itu ia menuju
pelabuhan.

 

Jika anda melihat ular, tikus, kecoa
keluar secara tiba-tiba dari dalam got sangat banyaknya, maka segeralah
waspada, sesuatu sedang terjadi di bawah tanah. Jika anda disekitar pegunungan
dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga ikuti mereka, jangan takut
mereka memakan, menerkam/menggigit anda, karena naluri mereka saat itu hanya
satu: menyelamatkan diri…..
pertanda gunung akan meletus.

August 28, 2007

Tragedi Sangkima

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 11:49 am

riffbul Dsc03644_1

Kamis, 16 Agustus 2007

Pada hari itu saya berserta teman-teman dari Tim Elger Adventur Service Team berangkat menuju Taman Nasional Kutai Sangkima tuk mempersiapkan lokasi untuk acara Mountain end Jangel curs yang akan dilaksanakan di TNk, setibanya tim kami di lokasi tempat acara akan di laksanakan kami sungguh terkejut dengan kejadian yang terjadi di lokasi karna setau kami pada waktu survei awal pada awal juni tepatnya tgl 3 juni 2007 di loksi kerapatan vegetasi di tepi jalan poros antar kota maupun di dalamnya pepohonannya masih rapat dan rindang, berbeda terbalik saat kami tiba waktu itu.

Dsc03647
Hilang sudah  kemegahan Taman Nasional Kutai Sangkima yang pernah ada dimana tumbuh subur tegakan-tegakan Dipterocarpace menjulang tinggi hingga menembus awan serta kicawan burung-burung pagi juga nyayian satwa yang merdu, kini yang tertinggal hanyalah jeritan dari peghuni rimba Taman Nasional Kutai. akibat perambahan hutan besar-besaran oleh penduduk asli daerah itu dengan berdalihkan ingin menjaga tanah nenek adat mereka dari pada nantinya tanah adat nenek moyang mereka akan diambil oleh para pendatang. Sungguh ironis sekali hanya karana masalah tersebut para penghuni yang mungkin hidupnya lebih dulu dari pada orang-orang yang mengaku tanah moyangnya emang para penghuni TNK tak memiliki bukti seperti sertifikat tanah untuk membuktikan bahwa tanah itu adalah tanah mereka.Bisa jadi nantinya mereka akan menjadi dongeng pengantar tidur anak cucu kita yg tak sempat melihat mereka akibat keserakahan nenek moyangnya

hemm sunguh teragis memang nasib mereka yang terang-terangan di hadaoan mereka satu oersatu tumbang dan di buru oleh demi tuk mengisi kontong-kantong pribadi para tirani yang haus karana kekuasan maupun kekayaan yang sebenarnya taakan di bawa mati nantinya.

Hijau jauh memandang dari atas bukit terhampar bagaikan primadani, nyayian saywa bersaut-sautan menyambut fajar di kala pagi dan mengantar fajar dikala sore hari tuk menjemput sang rembulan di malamnya TNK.

Raungan mesin pembantai masal penghuni rimba tedengar jelas di telinga, sampaikapan hal ini baru akan di sadari oleh orang-orang tak bertanggung jawab sehingga membuat Satu persatu sahabat pergi dan takan kembali tungulah!!! bencana yang akan datang menggantikannya setelah bencana datang mungkin kita baru menyadarinya bahwa pentingnya kehadiran para penghubi rimba " Tanya Kenapa????"

Tunggu Apa Lagi Apakah kita mau menunggu bencana itu datang atau kah meu mencegahnya, belum ada kata terlambat sebelum hal itu terjadi dan rusak semuannya

Samarinda, 29 Agustus 2007
Salam Lestari !!!!!!!!!!!!!!!!
By : riffbul Mapflofa Fahutan Unmul

WIASATA ALAM KABUPATEN BULUNGAN

Filed under: Uncategorized — riffbul @ 10:45 am

Sungai Kayan

Sungai KayanSungai Kayan
merupakan sungai arus deras, dengan grade1/2 atau tingkat kesulitan di atas
rata-rata, sehingga berpotensi sebagai objek wisata arung jeram. Sungai ini
melewati + 20 desa yang memiliki sub suku yang berbeda namun bahasanya
sebagian besar sama.
Aktifitas masyarakat di sepanjang sungai ini adalah berburu dan bertani
(bercocok tanam).
Mayoritas penduduknya adalah Dayak dan Bulungan, namun di setiap desa tinggal
pula bermacam suku pendatang seperti Bugis, Banjar, Toraja, Jawa dan lain-lain.

Air Terjun Long Pin

Air Terjun Long PinDi lokasi
ini Anda dapat menikmati pemandangan yang indah sambil berbenah diri dengan
bermandikan air jernih karena di bagian hilir membentuk danau yang indah,
dikelilingi bebatuan alami sehingga menambah keasrian alamnya.

  Gunung Rian

Gunung RianBeranjak dari Sungai Kayan, Anda akan merasakan
udara segar dan alam perawan. Gunung Rian di Kecamatan Sesayap dihiasi air
terjun yang mengalir sepanjang tahun. Kelebihannya adalah air terjun ini sangat
tinggi + 90 m sampai ke puncaknya, terdiri dari beberapa umpakan. Setiap
umpakan terdiri atas + 20m mendatar dan 20 m meninggi, kita pun bisa
memanjatnya sampai ke puncak. Jika hendak meneruskan perjalanan, jangan lupa
oleh-oleh khas Tidung Pale yaitu madu asli dan udang sungai yang berkualiatas
ekspor sebagai tentengan Anda.

Sungai Giram

Sungai GiramSungai Giram terletak di Kecamatan Peso. Tiba di
sungai Giram inilah tempat yang pas bagi Anda yang tertarik dengan olahraga
arung jeram.
Sungai dengan
panjang 2 km dan lebar 50 m siap menantang nyali Anda.

Sumber Air Panas
Sajau

Sumber Air Panas Sajauumber Air Panas SajauAir Panas yang ada di sini berasal dari
panas bumi, dengan panasnya kita dapat merebus telur di dalamnya. Keindahan
alamnya yang masih asri sangat tepat bagi Anda untuk melakukan petualangan alam
bebas.

Gunung Putih

Gunung PutihDisebut gunung putih karena gunung ini merupakan
gunung kapur berwarna putih yang sangat indah dengan relief-relief yang alami
bak pahatan seorang seniman. Selain menikmati pemandangannya yang mengagumkan
kita dapat memanjat relief-relief itu sampai ke puncaknya atau kita dapat berjalan
dengan anak tangga yang tersedia.
Dari puncak kita bisa nikmati pemandangan alam yang eksotis, disini juga
terdapat goa burung yang dipercaya merupakan tempat persembunyian Sulta
Bulungan dari tentara Belanda. Anda juga dapat menikmati sajian kesenian daerah
di rumah panggung di lokasi wisata gunung putih ini.

Air Terjun Idaman KM 18

Air Terjun KM 18Air Terjun KM 18Air terjun dengan ketinggian 15 meter ini
ditempuh selama kurang lebih 45 menit. Anda diajak berpetualang menjelajahi
hutan.

Air Hutan Gunung Seriang
KM 2

KM 2Air hutan ini tidak sepanjang tahun mengalir deras
ada kalanya berkurang di musim kemarau. Jika datang musim penghujan hutan ini
dialiri air yang nampak indah menyegarkan. Kondisi hutan yang masih rapat
merupakan daya tarik lain yang disuguhkan di sini. Untuk sampai ke lokasi ini
juga sangat mudah, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit saja.

Pantai Tanah Kuning

Pantai Tanah KuningPantai Tanah Kuning memiliki lebar +
75 m dengan panjang + 2 km, daerah wisata ini terletak di Tanah Kuning
Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Pantai ini memberikan kenyamanan untuk berjemur atau sekedar bermain pasir
bersama teman dan keluarga.

Pulau Burung

Di Pulau Burung ini, dahulunya
dihuni oleh berbagai macam spesies burung, saat ini hanya tinggal be
Pulau Burungberapa spesies saja namun Anda masih dapat
menikmati panorama alamnya.

Pantai Nibung

Pantai NibungPantai Nibung dengan paduan hamparan pasir putih
sepanjang 500 m dan lambaian nyiur kelapa mengundang kita untuk memanjakan diri
lewat keindahan panoramanya.

Pantai Bahari Karang Tigau

Pantai Karang TigauPantai ini terletak di Desa Tanah Kuning,
memiliki hamparan pasir putih dan gelombang laut dan gelombang laut yang tidak
begitu besar sehingga sangat cocok untuk memancing ataupun berolahraga.

 

June 27, 2007

carnivora plant

Filed under: Science — riffbul @ 8:21 am

CARNIVORA PLANT

This my project

P3110194_1
Ingin
membasmi semut, lalat, dan kecoak di rumah? Pelihara saja kantong semar.
Tanaman pemangsa serangga ini agaknya menjadi cara alami yang ampuh membasmi
semua serangga pengganggu, sekaligus mempercantik rumah dengan penampilannya
yang unik.

Kantong semar
atau nama latinnya Nepenthes spp sudah dikenal sejak awal abad ke-18.
Tanaman ini unik karena memiliki kantong
yang tergantung di ujung daun. Kantong ini berfungsi menangkap hewan, terutama
serangga, yang akan dijadikan nutrisi untuk tanaman.

Nepenthes merupakan satu-satunya genus
dalam family Nepenthaceae dan sangat
unik karena berbeda dengan tanaman hias yang sering dijadikan koleksi. Tanaman
yang termasuk dalam golongan carnivorous plant (tumbuhan pemangsa) ini bersama
amorphophallus, rafflesia, dan lainnya dikategorikan sebagai tanaman hias unik.

Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana
(merambat), berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu
yang berbeda. Tumbuhan ini hidup di tanah, ada juga yang menempel pada batang
atau ranting pohon lain sebagai epifit.

Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk, ukuran,
dan corak warna kantongnya. Sebenarnya kantong yang berbentuk seperti periuk
tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap
serangga atau binatang kecil lainnya.

Tumbuhan Kantong Semar atau nama latinnya Nepenthes Sp, merupakan
tumbuhan yang unik karena mempunyai kantong yang berbentuk seperti periuk di
ujung urat daunnya, beberapa Nepenthes sp. memiliki kantong dengan sayap yang pada sisi-sisinya
ada rambut menyerupai tangga. Di dalam kantong terdapat cairan yang berfungsi
seperti cairan lambung manusia. Cairan itu bersifat asam dengan pH 2,8-4,9,
yang memungkinkan tubuh serangga rusak. Untuk dapat diambil zat gizinya, komponen
tubuh serangga perlu dihancurkan sampai molekul penyusunnya. Tugas ini
dilakukan oleh berbagai enzim–protein yang mengkatalis reaksi kimia. Contohnya
enzim kitinase yang mengurai cangkang serangga. Yang lebih dominan dan banyak
jumlahnya adalah enzim protease, yang mengurai protein dari tubuh serangga. Enzim
ini populer dengan nama nepenthesin (paduan kata "Nepenthes" dan
"protein").

Kantong semar mempunyai kemampuan unik lain, yaitu dapat
membentuk kantong yang berbeda dari tumbuhan yang sama.
Kantong yang menggantung dan berada di atas tanah disebut
kantong atas, sementara kantong yang berada di atas tanah disebut kantong
bawah. Fenomena dimorfisme ini tampak jelas pada tumbuhan kantong semar
Nepenthes gymnamphora yang penulis amati di Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa
Barat.

Nepenthes2520ampullaria2520typ2520spotte

Kantong
atas berwarna hijau karena kandungan klorofil memungkinkannya melakukan
fotosintesis seperti daun, sementara kantong bawah yang terlindung dari sinar
matahari berwarna merah menyala. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Serangga
terbang yang menjadi mangsa kantong atas tidak terlalu membutuhkan rangsangan
warna, sementara semut yang menjadi "santapan" kantong bawah perlu
dipikat dengan warna yang mencolok.

Di seluruh dunia Nepenthes tumbuh dan tersebar
mulai dari

Australia

bagian
utara, Asia Tenggara, hingga

China

bagian selatan. Di dunia telah ditemukan 82 jenis
nepenthes, dan 64 jenis di antaranya ditemukan di

Indonesia

. Borneo (Kalimantan,
Serawak, Sabah, dan

Brunei

)
merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari

sana

ditemukan 32 jenis.
Dari Sumatera ditemukan 29 jenis. Hasil penelusuran spesimen herbarium di
Herbarium Bogoriense, Bogor, ditemukan bahwa di Sulawesi minimum mempunyai 10
jenis, Papua mempunyai 9 jenis, Maluku 4 jenis, dan Jawa hanya ditemukan 2
jenis.

Nepenthes Sp adalah jenis tumbuhan
karnivora yang menjebak dan memakan mangsanya seperti serangga yang tertarik
dengan kelenjar nectar pada bagian tutup kantong dan pada bagian bibir kantong
yang menjadi makanan semut, pada bagian bibir kantong berlapis lilin  yang licin sehingga serangga- serangga mudah
tergelincir kedalam kantong yang beisis cairan nectar tersebut, Umumnya
nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang
miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. Nepenthes bisa
hidup di hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut,
hutan kerangas, gunung kapur, dan

padang

savana.

Berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya, nepenthes dibagi menjadi
tiga kelompok, yaitu :

1. nepenthes dataran rendah

2. nepenthes dataran menengah

3. nepenthes dataran tinggi

Pemahaman akan kelompok ini sangat penting dalam memelihara
nepenthes karena nepenthes dataran rendah tidak akan bisa hidup bila ditanam di
dataran tinggi. Begitu juga sebaliknya. Namun kadang, baik pemelihara maupun
penjual sering kali tidak mengenali jenis nepenthes sehingga nepenthes-nya mati
setelah tidak lama dipelihara.

Kutu putih merupakan salah satu

hama

yang paling sering menyerang nepenthes
atau kantong semar. Meski kecil,

hama

ini sangat mudah dikenali. Hal itu dikarenakan bentuknya yang oval, memiliki
serbuk putih dan ditumbuhi bulu halus putih di tubuhnya.

 

Ancaman Buat Si Cantik Kantong Semar

Kutu putih
ini cukup berbahaya, karena ia menghisap cairan yang terdapat dalam tanaman
nepenthes sehingga bisa menyebabkan layu dan perubahan pada batang.

Hama

ini sering
bersembunyi di batang, ketiak dan permukaan bawah daun.

Untuk
mencegahnya, taruhlah tanaman nepenthes di tempat yang pencahayaan dan
sirkulasi udaranya baik. Namun, jika sudah terserang, semprotkan 2 cc
insektisida sistemik yang dicampur dengan satu liter air pada bagian yang
terkena

hama

.
Insektisida sistemik ini bisa berupa Monitor 200 LC, Applaud 10 WP, Mitac 200
EC atau Pegasus 500 EC.

Tanaman dengan Seribu Nama

1. Tanaman kantong semar dalam bahasa Latin disebut
Nepenthes. Nama ini diambil dari sebuah nama gelas anggur.

2. Mungkin karena bentuknya seperti perut semar (tokoh
dalam pewayangan) yang buncit, di Indonesia nepenthes disebut kantong semar.

3. Di beberapa daerah,
nepenthes memiliki beberapa nama. Riau menyebut kantong semar sebagai periuk
monyet. Di Jambi disebut kantong beruk, di Bangka disebut ketakung, dan di Jawa
Barat dikenal dengan sorok raja mantri.

4. Di Kalimantan, setiap
suku memiliki istilah sendiri untuk menyebut nepenthes. Misalnya Suku Dayak
Katingan yang berada di Kalimantan Tengah menyebutnya sebagai ketupat napu.
Napu artinya rawa. Dulu kantong tumbuhan yang hidupnya di rawa ini sering
dijadikan ketupat. Di Sumatera Barat kantong tanaman ini (terutama Nepenthes
ampullaria) juga sering dipakai untuk membuat kue godah. Kue ini terbuat dari
campuran tepung beras, gula, dan santan yang kemudian dikukus.

5. Suku Dayak Bakumpai
di Sungai Barito menyebutnya telep ujung. Ujung adalah nama seorang raja,
sedangkan telep adalah nama sebuah alat dari bambu yang berbentuk silinder.
Alat ini biasanya dipakai untuk menyimpan racun anak panah.

6. Suku Dayak Tunjung (Kalimantan Timur)
menyebutnya selo bengongong, yang artinya sarang serangga.
(ARN/M Clara Wresti)

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.